LPPM USK Dorong Hilirisasi Inovasi Produk pada Bhayangkara Fest 2026
Banda Aceh — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (LPPM USK) turut berpartisipasi dalam Bhayangkara Fest 2026: Kolaborasi Kreatif untuk Indonesia Maju yang diselenggarakan pada 19–22 Juni 2026 di Markas Kepolisian Daerah Aceh. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara institusi kepolisian, perguruan tinggi, pemerintah, pelaku inovasi, UMKM, dan masyarakat melalui kegiatan edukatif, kreatif, serta kolaboratif.
Bhayangkara Fest 2026 dilaksanakan sebagai wadah untuk mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, sekaligus memperkenalkan berbagai kontribusi lintas sektor dalam mendukung keamanan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, pengembangan kreativitas, edukasi kebencanaan, dan pembangunan daerah. Melalui kegiatan pameran, festival ini juga menjadi ruang bagi berbagai lembaga untuk menampilkan program unggulan, produk inovatif, hasil penelitian, hasil pengabdian, serta karya kreatif yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Syiah Kuala hadir melalui booth pameran yang dikoordinasikan oleh Humas USK. Pameran ini melibatkan sejumlah unit di lingkungan USK, termasuk LPPM USK, Koperasi Inovac-ARC dan TDMRC USK. Kehadiran berbagai unit tersebut menunjukkan komitmen USK dalam memperkenalkan kontribusi akademik, penelitian, inovasi, edukasi kebencanaan, serta produk yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
LPPM USK melalui bagian Hilirisasi Inovasi turut berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan pameran tersebut. Peran ini menjadi penting karena hilirisasi inovasi merupakan proses untuk mendorong hasil penelitian dan pengabdian agar tidak hanya berhenti sebagai luaran akademik, tetapi dapat diterapkan, dimanfaatkan, dikembangkan, serta memberi nilai tambah bagi masyarakat dan dunia usaha.
Pada pameran tersebut, LPPM USK menghadirkan berbagai bentuk hasil inovasi produk, termasuk produk kriya berbahan daur ulang serta produk berbasis potensi lokal yang telah berkembang menjadi produk usaha masyarakat. Kehadiran produk-produk tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian dan pengabdian dapat diarahkan menjadi karya yang memiliki nilai guna, nilai ekonomi, nilai estetika, serta potensi pengembangan lebih lanjut.
Salah satu produk kriya berbahan daur ulang yang ditampilkan diwakili oleh Prof. Ichwana, S.T., M.P. Produk ini memperlihatkan bagaimana material yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi karya kreatif yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Inovasi tersebut juga menjadi contoh bahwa pemanfaatan material lokal dan daur ulang dapat mendukung kreativitas masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan, serta peluang pengembangan ekonomi kreatif.
Selain produk kriya berbahan daur ulang, LPPM USK juga mendukung kehadiran produk inovasi berbasis nilam yang dikembangkan melalui Koperasi Produsen Inovasi Nilam Aceh (Inovac) –Atsiri Research Center (ARC) USK. Produk berbasis nilam yang lahir dari proses penelitian, pengembangan, dan inovasi di lingkungan USK. Hal ini menunjukkan bahwa LPPM USK memiliki peran strategis dalam mendorong produk-produk hasil penelitian dan pengabdian agar dapat bergerak menuju pemanfaatan yang lebih luas di masyarakat.
Melalui partisipasi ini, LPPM USK menegaskan komitmennya untuk terus mendorong hilirisasi inovasi produk yang berdampak langsung bagi masyarakat. Bagian Hilirisasi Inovasi LPPM USK berperan dalam memperkuat proses diseminasi, pemanfaatan, dan pengembangan hasil-hasil penelitian serta pengabdian agar dapat dikenal, diapresiasi, dan dikembangkan lebih lanjut.
Keterlibatan LPPM USK, Inovac-ARC USK dan TDMRC USK dalam Bhayangkara Fest 2026 juga menjadi bagian dari sinergi antara dunia akademik dan institusi kepolisian dalam mendukung pembangunan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam bidang inovasi produk, penguatan UMKM, pelestarian lingkungan, edukasi kebencanaan, serta pemanfaatan hasil penelitian dan pengabdian untuk menjawab kebutuhan daerah.
Dengan hadirnya USK dalam pameran ini, Universitas Syiah Kuala kembali menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui penelitian, pengabdian, inovasi, edukasi kebencanaan, dan pengembangan produk berbasis potensi lokal.

