USK Beri pembekalan 719 mahasiswa kkn tematik kebencanaan
Banda Aceh, Universitas Syiah Kuala (USK) memberikan pembekalan kepada 719 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan Tahun 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Rektor USK yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Agussabti,M.Si., ASEAN ENG di Gedung AAC Dayan Dawood, Selasa (6/01/2026).
Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P3KKN) USK, Drs. Zulfitri, M.Biomed, menyampaikan bahwa sebanyak 719 mahasiswa, terdiri atas 296 laki-laki dan 432 perempuan. Mereka berasal dari 11 Fakultas dan akan ditempatkan di 9 Kabupaten yang terdampak bencana siklon senyar di Aceh. Pelaksanaan KKN periode ini melibatkan 12 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P3KKN) USK, Drs. Zulfitri, M.Biomed, mengatakan pembekalan ini menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan langsung ke wilayah terdampak bencana di Aceh. Tema yang diusung dalam KKN kali ini adalah “Penguatan Resiliensi Psikososial Masyarakat Pascabencana Siklon Tropis Senyar melalui Pendekatan Partisipatif dan Kolaboratif.”
“Pembekalan ini bertujuan agar kehadiran mahasiswa di lokasi bencana benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes., menegaskan seluruh kegiatan KKN dilaksanakan sedekat mungkin dengan wilayah terdampak. Oleh karena itu, setiap kelompok KKN minimal melibatkan satu mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak bencana.
“Hal ini penting agar proses pendampingan lebih sensitif terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat,” kata Prof. Mudatsir.
Menurutnya, meskipun bencana telah berlalu lebih dari satu bulan, masyarakat masih berada dalam fase pemulihan yang rentan. Perubahan sosial yang signifikan belum sepenuhnya terjadi, sehingga dibutuhkan kehati-hatian, empati, serta pendampingan yang kuat dari seluruh pihak.
“Dalam beberapa aspek, kondisi masyarakat bahkan belum memungkinkan untuk beradaptasi sepenuhnya. Karena itu, peran mahasiswa sangat strategis,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Agussabti menyampaikan bahwa sejak awal USK telah membentuk Satgas USK Respon Senyar Aceh yang bergerak cepat dan responsif dalam fase darurat. Melalui satgas ini, USK melakukan survei lapangan secara terkoordinasi serta menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.
Ia menilai mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan memiliki peran penting dalam menghimpun data lapangan yang akurat selama masa pengabdian sekitar 15 hari. Data tersebut meliputi tingkat kerusakan, dampak korban, serta kebutuhan mendesak masyarakat.
“Informasi ini sangat penting agar bantuan yang diberikan USK lebih terukur dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, Prof. Agussabti juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu mengutamakan keselamatan selama berada di lokasi KKN, mengingat musim hujan belum sepenuhnya berakhir dan risiko kecelakaan masih tinggi.
“Kami berpesan agar mahasiswa menjaga empati dan sikap selama bertugas, sehingga pengabdian ini tidak terkesan sebagai kegiatan seremonial atau wisata bencana,” katanya.
USK berharap kehadiran mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga berkontribusi dalam pemulihan psikologis masyarakat serta mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang pascabencana.

