Dosen USK Manfaatkan Limbah Pasar Menjadi Pakan Ternak
Tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) Dosen Departemen Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pelatihan cara pembuatan pakan ternak dari limbah pasar yang murah dan berkualitas di Peternakan Limo Farm Gampong Ie Masen Banda Aceh.
Tim PKM yang dipimpin oleh Ir. Cut Aida Fitri, M.Si ini menjadikan Peternakan Limo Farm yang beralamat di Gampong Ie Masen, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh sebagai mitra.
Ketua Tim, Cut Aida Fitri kepada Harianreportase.com, Kamis (17/10/2024) menjelaskan, Dalam pengabdian masyarakat ini mitra dikenalkan tata cara pembuatan pakan murah dan berkualitas yaitu “Vege ComFeed” berupa pakan komplit dengan nutrisi seimbang untuk ternak kambing potong yang bahan utama serta pendukungnya dapat ditemukan dengan mudah disekitar lokasi peternakan.
“Selanjutnya mitra juga dikenalkan aspek budidaya ternak kambing secara benar.” ujarnya.
Cut Aida Menambahkan, Perlu adanya pendekatan dari para pihak agar keberlangsungan usaha peternakan ini dapat berkembang. Pihak Perguruan Tinggi juga mempunyai tanggung jawab sosial agar para peternak mampu meningkatkan kualitas usaha budidaya ternaknya.
“Kurikulum di Perguruan Tinggi harus dapat dirasakan oleh peternak, kesenjangan antara apa yang dikerjakan oleh akademisi di Perguruan Tinggi dan yang terjadi di masyarakat harus dicarikan solusi pemecahan masalahnya.” lanjutnya.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa pakan ternak adalah komponen biaya terbesar dalam suatu usaha peternakan. Usaha peternakan sering mengalami kegagalan karena tidak mampu menciptakan pakan dengan biaya yang ekonomis, oleh karena itu perlu diupayakan agar pakan tersedia dengan harga semurah mungkin.
“Limbah organik pasar seperti sayuran adalah sumber pakan ternak ruminansia alternatif.” ungkapnya.
Cut Aida menerangkan, terdapat dua keuntungan menggunakan limbah organik pasar: pertama, Dapat menangani masalah limbah organik pasar dan kedua, Dapat mengurangi biaya pakan ternak.
Limbah sayuran memiliki kandungan rata-rata nutrisi relatif baik yaitu bahan kering 8,81%, protein kasar 23,75%, bahan organik 3,00%, serat kasar 22,49%.
Kegiatan ini diawali dengan mengumpulkan limbah sayur dari beberapa pasar yang ada di Banda Aceh, kemudian dicacah hingga berukuran 3-5 cm lalu dijemur dibawah terik matahari. Selanjutnya limbah yang sudah dicacah tersebut ditimbang, ditambahkan 5% dedak, 1% molases dan 10-15% Starbio+.
Kemudian, Aduk bahan sampai rata, lalu masukkan ke cxdalam plastic karung/ silo dan tutup rapat dan simpan selama 7 hari. Setelah 7 hari karung/silo dibuka dan dicampurkan dengan 20% konsentrat, 5% bungkil kedelai dan sawit, 15% ampas tahu dan pakan komplit ini siap untuk diberikan pada ternak.
“Ternak kambing yang ada di Peternakan limo Farm sangat menyukai pakan komplit yang berasal dari limbah pasar tersebut.” ungkap Cut Aida Fitri.
“Pemanfaatan limbah pasar ini disamping dapat diolah dan diberikan kepada ternak, juga dapat mengurangi volume sampah yang ada dipasar.” ujarnya.
Sumber: Harianreportase Judul: Dosen USK Manfaatkan Limbah Pasar Menjadi Pakan Ternak Tautan: https://harianreportase.com/dosen-usk-manfaatkan-limbah-pasar-menjadi-pakan-ternak/

