• Beranda
  • Berita
  • Profil
    • Profil Lembaga
    • Profil Pimpinan
    • Profil Staf
    • Schedule
    • Struktur Organisasi
    • Pusat Riset
  • Seminar
  • Dokumen
    • Panduan
    • Dokumen PRUUPD
    • Peraturan PPM
    • SOP / POB
    • Hasil Survey PPM
  • ISO
    • Dokumen Eksternal ISO
    • Sertifikat ISO LPPM
  • Aplikasi
    • SIMPPM
    • RPU
    • E-Rekrutmen Reviewer PPM
    • EKTPR
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
    • Profil Lembaga
    • Profil Pimpinan
    • Profil Staf
    • Schedule
    • Struktur Organisasi
    • Pusat Riset
  • Seminar
  • Dokumen
    • Panduan
    • Dokumen PRUUPD
    • Peraturan PPM
    • SOP / POB
    • Hasil Survey PPM
  • ISO
    • Dokumen Eksternal ISO
    • Sertifikat ISO LPPM
  • Aplikasi
    • SIMPPM
    • RPU
    • E-Rekrutmen Reviewer PPM
    • EKTPR
  • Kontak
LPPM USK

DIREKTORI PUBLIKASI

Anda akan melihat perkembangan publikasi, menemukan, atau menjadi kontributor data USK.

HASIL PENGABDIAN

Anda akan melihat berita tentang perkembangan dari hasil pengabdian USK.

RESEARCH FUNDING

Anda akan melihat lembaga yang berkontribusi dengan USK dalam dana penelitian.
TAKE SURVEY

Hasil Pengabdian

Mahasiswa USK Kenalkan Autimatic Fertigation System (AFS) IoT Kepada Warga Desa Luthu Lamweu

  • Categories Hasil Pengabdian, Kabar PPM
  • Date December 5, 2024

Banda Aceh, 23 November 2024 – Dalam upaya mendukung pengembangan pertanian berbasis teknologi, sekelompok mahasiswa PBMT XI-KKN Tematik Universitas Syiah Kuala (USK) telah berhasil memperkenalkan sistem Automatic Fertigation System (AFS) berbasis Internet of Things (IoT) kepada warga Desa Luthu Lamweu, Kecamatan Darul Imarah. Program ini diinisiasi sebagai bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus untuk membantu petani cabai meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian mereka.AFS adalah sistem irigasi dan pemupukan otomatis yang memanfaatkan teknologi IoT untuk mengoptimalkan distribusi air dan nutrisi tanaman. Dengan sistem ini, kebutuhan air dan pupuk dapat diatur secara presisi berdasarkan data yang dikumpulkan melalui sensor kelembapan tanah, suhu, dan kelembapan udara. Data tersebut kemudian diolah melalui aplikasi sehingga petani dapat memantau kondisi lahan secara real-time dari perangkat smartphone mereka.

Ketua tim pengabdian, Muhammad Habib menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk menjawab permasalahan petani yang sering kesulitan menentukan waktu dan jumlah pemupukan serta pengairan. “AFS IoT bertujuan untuk mengurangi pemborosan air dan pupuk sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani. Harapannya, teknologi ini bisa memberikan hasil panen yang lebih berkualitas,” ujar Habib.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa USK tidak hanya memperkenalkan teknologi ini tetapi juga memberikan pelatihan intensif kepada warga desa tentang cara menggunakan dan merawat sistem tersebut. Warga Desa Luthu Lamweu menyambut antusias program ini, mengingat budidaya cabai sering menghadapi tantangan, seperti serangan hama, kekurangan nutrisi, dan perubahan cuaca yang tidak menentu.

Sementara itu, pengelola kebun cabai di desa Luthu Lamweu, (nama pak sekdes), mengatakan, ia sangat terbantu dengan alat tersebut.

“Teknologi ini sangat membantu kami karena sekarang kami bisa memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup tanpa khawatir salah takaran,”  ujarnya (tanya pak sekdes testimoni)

“Saya berharap dengan adanya IoT dapat mempermudah petani dalam bidang pertanian, ilmu tentang pertanian tidak hanya melulu secara konvensional namun teknologi seperti inilah yang harus kita edukasikan kepada desa dengan mata pencaharian utamanya adalah bertani, mendengar tanggapan yang diberikan pak sekdes cukup membuat saya dan anak anak merasa senang dikarenakan dapat menciptakan teknologi yang mumpuni bagi para petani”

Sistem pertanian berbasis IoT ini diharapkan menjadi langkah awal bagi petani lokal untuk beralih ke pertanian modern yang berkelanjutan. Dengan teknologi ini, potensi Desa Luthu Lamweu untuk produksi cabai berkualitas tinggi dapat semakin ditingkatkan, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Aceh untuk mengadopsi teknologi serupa.

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Mahasiswa USK Kenalkan Autimatic Fertigation System (AFS) IoT Kepada Warga Desa Luthu Lamweu”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/raudhatuljannah9925/67505355c925c43e5440b182/mahasiswa-usk-kenalkan-autimatic-fertigation-system-afs-iot-kepada-warga-desa-luthu-lamweu
Kreator: Raudhatul Jannah

author avatar
admin

Previous post

Sosialisasi Pemanfaatan tanaman rempah sebagai fitonutrien untuk ayam pedaging di Peternakan Pondok Yatim Tahfidz Baitul Quran
December 5, 2024

Next post

613 Peneliti hadiri Seminar Akhir Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) di Unhas
December 11, 2024

Leave A Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search


LPPM USK is proudly powered by WordPress