Dosen USK Aplikasikan Mesin pencacah daging ikan untuk Pembuatan Abon ikan di gampong Lamdingin
Banda Aceh – Perlunya diversifikasi pengolahan hasil laut demi mendorong peningkatan ekonomi Masyarakat pesisir, Dosen Universitas Syiah Kuala, Dr. Mustaqimah, S.TP., M.Sc. Dr. T. Ferial, S.TP., M.Sc dan Dr. Khairi mengintroduksikan penggunaan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) pencacah daging ikan kepada warga masyarakat Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh pada Senin (16/09).
ketiga Dosen USK tersebut memperkenalkan alat rancangannya dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas kerja penyuwiran ikan sebagai bahan baku abon ikan dan memperbesar efektivitas dan efisiensi kerja pengusaha kuliner berbasis hasil laut di desa tersebut.
Gampong yang berhampiran dengan tempat Pelelangan Ikan (TPI) terbesar di Banda Aceh yang bernama TPI Samudera Lampulo ini juga dekat dengan Pasar Al-Mahirah yang merupakan pasar rakyat terbesar di Kota Banda Aceh. “Potensi ini sangat berpeluang untuk dikembangkannya usaha ekonomi di bidang produksi hasil laut oleh masyarakat disekitarnya”, Ujar Mustaqimah.
Selama ini yang dilakoni oleh ibu-ibu rumah tangga di daerah ini hanya terbatas pada pembuatan ikan asin dan kadang-kadang membuat keumamah dan abon ikan secara manual yang menyebabkan jumlah produksi terbatas. Keterbatasan skill masyarakat dalam pengolahan ikan menjadi produk yang lebih variatif sangat dipengaruhi oleh terbatasnya alat bantu pengolahan ikan.
“Pembuatan abon ikan adalah salah satu solusi yang tepat untuk memberi nilai tambah ikan terutama saat TPI Samudera Lampulo banjir ikan dan harga ikan sangat murah”, ujar Ibu Rosmawati selaku ketua Kelompok Usaha Putroe Pantai. Dengan alat TTG hasil rancangan dosen ini, pekerjaan pembuatan abon ikan menjadi lebih cepat, efektif, dan efesien serta menghasilkan hasil suwiran ikan dengan berukuran lebih seragam, tambah Rosmawati. Ia berharap melalui aplikasi alat sederhana ini dapat membantu kelompoknya. Ia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan teknologi yang diberikan untuk usaha mereka.
Mustaqimah mengatakan, kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) USK melalui skim Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) yang dipadukan dengan kegiatan MBKM Mahasiswa USK. Mahasiswa MBKM yang terlibat di dalam kegiatan pengabdian ini adalah Sulthan Fachriansyah, Khairul Amri, Haikal Riyanda, Ina Akmalia, Eka Rahmawati, Laisa Musallina.
Sumber: Media Civitas Judul: Dosen USK Aplikasikan Mesin Pencacah Daging Ikan untuk Pembuatan Abon Ikan di Gampong Lamdingin Tautan: https://mediacivitas.lkppl.org/2024/09/16/dosen-usk-aplikasikan-mesin-pencacah-daging-ikan-untuk-pembuatan-abon-ikan-di-gampong-lamdingin/

