FKIP USK Tingkatkan Pemberdayaan Guru PPKn di Aceh
Banda Aceh – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) terus berkomitmen dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Aceh melalui kegiatan pengabdian masyarakat.
Program yang bertajuk “Pemberdayaan Guru PPKn Kabupaten Aceh Besar melalui Pelatihan Literasi dan Penulisan Karya Ilmiah: Langkah Menuju Pendidikan Berkualitas Sesuai SDGs 4” telah berlangsung sejak Juli 2024.
Kegiatan ini melibatkan para guru dari Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn SMP Kabupaten Aceh Besar, dan puncaknya diadakan secara langsung di FKIP USK pada 31 Agustus 2024, pukul 08.30 hingga 12.30 WIB.
Dipimpin oleh Ridayani, S.H., M.H., dosen PPKn USK, kegiatan ini didukung oleh tim yang terdiri dari Lia Sautunnida, S.H., M.C.L. (Dosen Hukum USK), Prof. Dr. Rusli Yusuf, M.Pd. (Dosen PPKn), dan Erna Hayati, S.H., M.Hum. (Dosen PPKn). Mereka menyampaikan berbagai materi untuk meningkatkan literasi guru dalam aspek-aspek penting yang relevan dengan perkembangan zaman.
Prof. Dr. Rusli Yusuf, M.Pd. memaparkan pentingnya literasi kewarganegaraan lingkungan dalam kurikulum PPKn yang sekarang dikenal sebagai mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Prof Rusli menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai kewarganegaraan yang berfokus pada pelestarian lingkungan, dengan tujuan membentuk kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekitarnya.
Lia Sautunnida, S.H., M.C.L. memberikan materi tentang literasi kewarganegaraan digital, menekankan pentingnya pemahaman hak dan kewajiban siswa di dunia digital. Lia juga menggarisbawahi kebutuhan untuk membekali siswa dengan keterampilan digital yang kritis agar mereka dapat berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam komunitas digital.
Ridayani, S.H., M.H. memaparkan tentang literasi digital budaya (digital cultural literacy), mengajak guru untuk menghargai keragaman budaya dalam era digital. Materi ini menekankan bagaimana nilai-nilai budaya lokal dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran digital untuk menciptakan harmoni sosial di masyarakat multikultural.
Sementara itu, Erna Hayati, S.H., M.Hum. menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme guru melalui literasi yang baik. Dia menegaskan bahwa literasi yang kuat memungkinkan guru untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif, disesuaikan dengan kebutuhan siswa, dan berkontribusi pada tercapainya pendidikan yang berkualitas tinggi.
Iwan Fajri, M.Pd., yang hadir sebagai narasumber, memberikan materi terkait penulisan karya tulis ilmiah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Iwan menekankan bahwa metode PTK sangat berguna dalam membantu guru mengidentifikasi dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas secara sistematis, sehingga meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Kegiatan pengabdian ini tidak berhenti pada pertemuan langsung saja, tetapi berlanjut dengan sesi bimbingan penulisan karya tulis ilmiah PTK melalui platform Zoom. Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan pengabdian ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala melalui skema pengabdian “Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pembangunan Berkelanjutan,” yang bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen USK dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Aceh melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat. USK terus berupaya untuk memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan.
Sumber: Atjehwatch.com Judul: FKIP USK Tingkatkan Pemberdayaan Guru PPKn di Aceh Tautan: https://atjehwatch.com/2024/09/06/fkip-usk-tingkatkan-pemberdayaan-guru-ppkn-di-aceh/

