LPPM USK Latih Pembuatan Lilin Aromatik dan Diseminasi Teknologi di Peurada
Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program “Pengabdian kepada Masyarakat.”
Pada kesempatan kali ini, program tersebut berfokus pada Teknologi Tepat Guna (TTG) yang mencakup pelatihan pembuatan lilin aromatik dari serewangi dan nilam sebagai pengusir nyamuk. Kegiatan ini merupakan pengabdian USK oleh Program Studi Magister Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran dan Fakultas MIPA Kimia yang melibatkan mahasiswa KKN.
Selain itu, acara ini juga mencakup Program Diseminasi Teknologi dan Inovasi (PDTI), yang menyoroti pengembangan hand sanitizer dan parfum aromaterapi untuk masyarakat Gampong Peurada.
Adapun para peserta adalah Kelompok Masyarakat Ekonomi Produktif Desa Ata Gampong Peurada (AGP) yang dibentuk oleh Pemerintah Gampong Peurada Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh melalui SK kepala desa.
Acara dimulai pada pukul 8.30 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan doa untuk memohon keberkahan atas kelancaran acara. Setelah itu, ketua panitia menyampaikan sambutan pembuka, yang menjadi awal dari rangkaian kegiatan pada hari tersebut.
Dalam sambutannya, ketua program Teknologi Tepat Guna, Dr. dr. Winda Yulia, M.Biomed., Sp.KKLP, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak terkait yang telah mendukung terselenggaranya inisiatif ini.
Sambutan ini diikuti oleh Dr. Syaifullah Muhammad, S.T., M.Eng., ketua program PDTI, yang menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kemudian memberikan pandangannya mengenai tujuan umum dari program ini, dengan menekankan peran USK dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui solusi teknologi yang praktis dan berdampak.
Sementara itu, Keuchik Peurada dalam hal ini diwakili oleh perangkat gampong lainnya, juga menyampaikan dukungannya terhadap program ini, serta apresiasinya atas dampak positif yang akan dirasakan oleh masyarakat.
Setelah itu, sesi pelatihan dimulai, dipandu oleh para ahli dari Atsiri Research Center (ARC) USK, yaitu Nisa dan Nanda, yang memandu peserta melalui proses pemurnian minyak jelantah dan mengolahnya sampai menjadi lilin aromatik. Selain itu, diputar juga video presentasi mengenai teknik pembuatannya untuk memastikan pemahaman yang menyeluruh.
Pelatihan berlanjut hingga akhir acara, dengan peserta aktif terlibat dalam proses pembuatan lilin aromatik mereka sendiri. Sesi ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi platform untuk mempererat hubungan dan pemberdayaan komunitas.
Program pengabdian masyarakat ini menunjukkan dedikasi USK dalam mendorong inovasi dan kemandirian di kalangan masyarakat. Melalui inisiatif seperti ini, USK terus memainkan peran penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu momen penting dalam acara ini adalah serah terima alat dan bahan produksi lilin aromatik kepada masyarakat, yang menandakan komitmen USK dalam membekali warga setempat dengan keterampilan dan sumber daya untuk pemberdayaan ekonomi.
Sumber: Atjehwatch.com Judul: LPPM USK Latih Pembuatan Lilin Aromatik dan Diseminasi Teknologi di Peurada Tautan: https://atjehwatch.com/2024/09/01/lppm-usk-latih-pembuatan-lilin-aromatik-dan-diseminasi-teknologi-di-peurada/

