Pemanfaatan Limbah Kopi Saring Jadi Briket, USK dan Warga Lamkeunung Dorong Energi Terbarukan
Aceh Besar – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kali ini, pengabdian difokuskan pada pengolahan limbah kopi saring menjadi briket sebagai energi terbarukan, yang dilaksanakan di Desa Lamkeunung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan ini melibatkan masyarakat Desa Lamkeunung serta perwakilan dari desa-desa sekitar. Dalam sambutannya, ketua tim pengabdian, Dr. Firdus, M.Si, menyampaikan bahwa limbah kopi saring yang selama ini dianggap sebagai sampah, sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi briket sebagai sumber energi alternatif.
“Selama ini, limbah kopi saring hanya dibuang begitu saja. Padahal, dengan teknologi yang sederhana dan pelatihan yang tepat, limbah ini bisa diubah menjadi briket yang berguna sebagai energi terbarukan,” ujar Dr. Firdus.
Ia juga menambahkan bahwa Aceh, yang dikenal dengan budaya warung kopi atau warung kapi yang sangat kuat, memiliki potensi bahan baku briket yang sangat melimpah. “Bayangkan berapa banyak limbah kopi yang dihasilkan setiap harinya dari warung-warung kopi di Aceh. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi solusi energi sekaligus peluang usaha baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, pakar energi terbarukan, Prof. Dr. Ir. Asri Gani, M.Eng, yang mengungkapkan bahwa Aceh sebenarnya memiliki banyak sumber biomassa yang potensial untuk dijadikan briket, namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Aceh kaya akan biomassa, bukan hanya dari limbah kopi, tetapi juga dari limbah pertanian dan perkebunan lainnya. Pengolahan ini tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan energi, tapi juga terhadap pengurangan limbah,” jelas Guru Besar Fakultas Teknik Kimia Prof. Asri Gani.
Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga diisi dengan sesi manajemen usaha dan pemasaran yang disampaikan oleh pakar ekonomi, Sophia Imari, SE., MM. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya perencanaan usaha, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran agar produk briket ini dapat bersaing di pasar dan berkelanjutan secara ekonomi.
Kepala Desa Lamkeunung, Amiruddin, menyambut baik kegiatan ini dan berharap masyarakat bisa menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. “Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Syiah Kuala. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk memberdayakan masyarakat dan menambah wawasan kami dalam mengelola potensi yang selama ini terabaikan,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai pelatihan saja, namun bisa berlanjut dalam bentuk pendampingan usaha atau pembentukan kelompok produksi briket di desa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi langkah awal dalam mengubah paradigma masyarakat terhadap limbah, sekaligus memanfaatkan kekayaan lokal untuk mewujudkan desa mandiri energi dan berdaya secara ekonomi.
Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membuka wawasan dan menciptakan inovasi berbasis potensi lokal, khususnya dalam pengolahan limbah dan pengembangan energi ramah lingkungan di tingkat desa.
Sumber: Media Civitas Judul: Pemanfaatan Limbah Kopi Saring Jadi Briket, USK dan Warga Lamkeunung Dorong Energi Terbarukan Tautan: https://mediacivitas.lkppl.org/2025/08/22/pemanfaatan-limbah-kopi-saring-jadi-briket-usk-dan-warga-lamkeunung-dorong-energi-terbarukan/

